Cara Membaca Peta Zona Banjir di Sidoarjo
Panduan Lengkap Cek BNPB, GIS, dan Google Maps Overlay
Edukasi Properti Digital oleh BARGO PROPERTI — 0817315570
Kenapa Peta Zona Banjir Itu Penting?
Sidoarjo adalah salah satu kawasan berkembang paling cepat di Jawa Timur. Infrastruktur makin lengkap, akses makin mudah, dan kebutuhan hunian terus meningkat setiap tahun. Namun seperti wilayah urban lain, Sidoarjo tetap memiliki sejumlah area rawan banjir—baik genangan musiman, limpasan sungai, maupun banjir akibat curah hujan ekstrem.
Bagi calon pembeli rumah, memahami zona banjir bukan sekadar tambahan informasi, tetapi termasuk bagian penting dari proses analisa properti.
Salah pilih lokasi bisa berarti:
- rumah sering tergenang,
- nilai investasi stagnan,
- biaya perawatan tinggi,
- dan kesulitan dijual kembali.
Sementara bila Anda mampu membaca peta banjir dengan benar, Anda bisa mendapatkan:
- rumah aman & nyaman,
- nilai investasi lebih stabil,
- potensi kenaikan harga lebih cepat,
- dan keputusan pembelian yang jauh lebih percaya diri.
Karena itu, melalui artikel ini BARGO PROPERTI ingin membagikan panduan paling praktis, paling mudah dipahami, dan paling relevan bagi pembeli rumah di Sidoarjo — bagaimana cara membaca peta zona banjir dari berbagai sumber digital resmi:
✔ BNPB
✔ GIS (Geographic Information System)
✔ Google Maps (overlay data banjir)
Sebagai agen properti Sidoarjo yang melek digital, BARGO PROPERTI ingin semua calon pembeli rumah semakin cerdas dan teredukasi sebelum mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
1. Apa Itu Peta Zona Banjir?
Peta zona banjir adalah visualisasi wilayah yang menunjukkan tingkat kerawanan banjir berdasarkan:
- tinggi genangan,
- frekuensi kejadian,
- penyebab banjir,
- dampak dan area yang terpapar.
Biasanya peta banjir dibagi dalam kategori:
-
Zona Aman (Hijau)
Hampir tidak pernah banjir. -
Zona Rawan Ringan (Kuning)
Banjir musiman, genangan cepat surut. -
Zona Rawan Sedang (Oranye)
Genangan cukup tinggi, surut 1–3 jam. -
Zona Rawan Berat (Merah)
Genangan dalam, sering terjadi, surut lama.
Memahami simbol-simbol ini sangat penting saat mempertimbangkan lokasi rumah.
2. Jenis Banjir yang Sering Terjadi di Sidoarjo
Sebelum belajar membaca peta, penting mengetahui jenis banjir di Sidoarjo:
A. Banjir Genangan (Hujan Lokal)
Biasanya terjadi di kawasan perumahan padat, drainase buruk, atau titik rendah.
Contoh area yang kadang mengalami genangan ringan:
▪ Waru bagian tertentu
▪ Gedangan dekat jalur industri
▪ Taman dan Sedati di area rendah
B. Banjir Sungai
Terjadi akibat meluapnya aliran sungai besar atau saluran irigasi.
Beberapa sungai yang mempengaruhi wilayah:
▪ Sungai Buntung
▪ Sungai Pepe
▪ Sungai Porong
C. Banjir Rob (Daerah Pesisir)
Dialami kawasan dekat laut / tambak seperti:
▪ Sedati bagian utara
▪ Buduran pesisir tertentu
D. Dampak Luar Lumpur Sidoarjo
Walau tidak masuk definisi banjir klasik, beberapa area terdampak perubahan elevasi tanah.
3. Cara Membaca Peta Zona Banjir dari BNPB
BNPB menyediakan InaRISK — situs resmi pemerintah untuk melihat risiko bencana seluruh Indonesia.
Langkah-Langkahnya:
1. Buka situs InaRISK
Cari “InaRISK BNPB” di Google, lalu buka halaman resminya.
2. Pilih Menu ‘Pemetaan Risiko’
Anda akan masuk ke tampilan peta Indonesia.
3. Ketik: Kabupaten Sidoarjo
Peta otomatis zoom ke wilayah Sidoarjo.
4. Aktifkan Layer “Banjir”
Di bagian kiri ada pilihan jenis bencana.
Centang: Banjir.
5. Perhatikan Warna Zona
- Merah = risiko tinggi
- Oranye = sedang
- Kuning = rendah
- Hijau = aman
6. Klik Lokasi Rumah atau Perumahan
Akan muncul detail:
✔ Potensi tinggi air
✔ Dampak di sekitar
✔ Tingkat kerentanan infrastruktur
✔ Historis kejadian banjir
7. Simpan Screenshot
Untuk bahan analisa sebelum survei lokasi.
Kelebihan Data BNPB:
- Resmi dari pemerintah, kredibel.
- Sangat rinci.
- Memiliki data risiko jangka panjang.
Kekurangan Data BNPB:
- Untuk pemula, tampilan cukup kompleks.
- Tidak semua genangan kecil terekam.
Namun, untuk keputusan pembelian rumah, data BNPB adalah referensi paling penting.
4. Cara Membaca Peta Zona Banjir Menggunakan GIS
GIS (Sistem Informasi Geografis) digunakan oleh pemerintah daerah dan ahli pemetaan untuk memvisualisasikan data keruangan lebih detail.
Biasanya tersedia di:
- Website pemerintah kabupaten
- Sumber data nasional
- Portal publik (ArcGIS Online)
Cara Membaca Peta GIS:
1. Cari “Peta Banjir Sidoarjo GIS”
Biasanya muncul file berbentuk:
▪ SHP
▪ KML
▪ GeoJSON
▪ Peta interaktif
2. Buka Menggunakan Viewer Online
Seperti:
- ArcGIS Viewer
- Google Earth
- QGIS (lebih expert)
3. Fokus pada Layer (Lapis Informasi)
Aktifkan layer:
- Peta elevasi
- Peta sungai
- Peta drainase
- Peta rawan banjir
- Peta tutupan lahan
4. Analisis Elevasi Tinggi–Rendah
Area rendah = potensi genangan lebih besar.
Area tinggi = lebih aman.
5. Cek Dekat Tidaknya dengan Sungai / Saluran
Radius 100–250 meter dari sungai besar biasanya kategori kuning–oranye.
6. Cocokkan dengan Tapak Rumah
Jika Anda punya titik koordinat rumah (bisa ambil dari Maps), masukkan ke GIS untuk melihat posisi presisi.
Keunggulan GIS bagi Pembeli Rumah:
- Tingkat detail tinggi.
- Bisa overlay banyak data sekaligus.
- Melihat kontur tanah (elevasi).
- Cocok untuk analisa serius sebelum investasi.
5. Cara Membaca Peta Banjir Menggunakan Google Maps (Overlay)
Google Maps juga dapat digunakan untuk melihat potensi banjir walau bukan data resmi bencana.
Gunakan 3 Fitur Utama:
A. Google Maps “Terrain” (Kontur Tanah)
Cara melihat elevasi:
- Buka Google Maps.
- Aktifkan mode Terrain.
- Perhatikan garis kontur — makin rapat, makin curam/berubah elevasi.
- Area datar rendah dekat sungai = potensi genangan.
B. Google Maps “Nearby Search”
Ketik kata kunci:
- banjir
- genangan
- tergenang
- pompa air
- penampungan air
Kadang muncul laporan warga yang otomatis ter-record via lokasi Google.
C. Overlay Data Tambahan (KML File)
Anda bisa mengunduh file KML peta banjir Sidoarjo dari sumber GIS kemudian “IMPORT TO MAPS”.
Cara:
- Buka Google My Maps.
- Buat peta baru.
- Import file KML banjir.
- Peta banjir langsung jadi overlay di Google Maps Anda.
Dengan cara ini, analisa lokasi jadi jauh lebih mudah tanpa perlu software rumit.
6. Langkah Analisa Lokasi Rumah Menggunakan Ketiga Sumber Sekaligus
Jika Anda ingin analisa paling akurat, lakukan langkah berikut:
1. Tentukan Titik Lokasi Rumah
Ambil titik dari Google Maps:
→ Tekan layar lama → salin koordinat.
2. Cek di BNPB (Risiko Banjir Nasional)
Cocokkan apakah kawasan termasuk:
Hijau / Kuning / Oranye / Merah.
3. Cek di GIS (Elevasi & Pola Sungai)
- Berapa elevasinya?
- Dekat sungai atau saluran besar?
- Apakah ada riwayat banjir?
4. Cek di Google Maps (Lingkungan & Jalan)
- Apakah jalan akses lebih rendah dari rumah?
- Apakah wilayah sekitar terlihat padat?
- Apakah ada review warga tentang banjir?
5. Verifikasi Lapangan
Saat survei, lakukan cek berikut:
✔ Cek ketinggian pondasi rumah
Minimal lebih tinggi dari jalan utama.
✔ Cek kedalaman selokan
Jika dangkal, potensi banjir musiman lebih tinggi.
✔ Tanya warga setempat
“Di sini pernah banjir berapa kali 5 tahun terakhir, Pak?”
✔ Lihat banyaknya pompa air & drainase besar
Indikasi area pernah tergenang.
7. Analisa Wilayah Sidoarjo Berdasarkan Pola Banjir (Gambaran Umum)
Catatan:
Ini gambaran umum berdasarkan pola banjir tahunan — bukan peta resmi pemerintah.
A. Kawasan Relatif Aman
Biasanya elevasi cukup tinggi & drainase bagus:
- Sidoarjo Kota (pusat kota sebelah barat)
- Larangan
- Sekardangan
- Candi bagian timur
- Taman bagian tinggi
- Waru sisi perumahan baru
B. Kawasan Potensi Genangan Musiman (Ringan hingga Sedang)
Biasanya area padat & drainase lama:
- Gedangan bagian dalam
- Waru dekat kawasan industri
- Taman area bawah
- Sedati bagian tengah
C. Kawasan Potensi Genangan Lebih Tinggi
Dekat sungai besar atau pesisir:
- Krembung sekitar bantaran
- Porong pinggir sungai
- Buduran pesisir
- Sedati sisi utara dekat laut
8. Tips Membaca Peta Banjir untuk Keputusan Pembelian Rumah
1. Jangan lihat 1 sumber saja
Data BNPB bagus, tapi tetap perlu crosscheck GIS & Maps.
2. Perhatikan ketinggian pondasi rumah
Faktor ini sering lebih penting daripada warna peta.
3. Cek akses jalan utama, bukan hanya rumahnya
Rumah aman tapi akses banjir = tetap merepotkan.
4. Perhatikan arah aliran air saat hujan
Area berbentuk cekungan harus diwaspadai.
5. Lihat perkembangan infrastruktur
Kadang area yang dulu rawan banjir kini sudah dibenahi.
9. Cara BARGO PROPERTI Membantu Pembeli Rumah Lebih Aman
Sebagai agen properti Sidoarjo yang melek teknologi digital, BARGO PROPERTI selalu melakukan:
✔ Analisa zona banjir setiap listing
Kami tidak hanya mengandalkan info penjual — kami cek BNPB, GIS, Maps, dan survei lapangan.
✔ Pengecekan kontur & elevasi
Kami memastikan rumah tidak berada pada cekungan rendah.
✔ Konsultasi digital bagi pembeli
Calon pembeli bisa konsultasi melalui WhatsApp, video call, atau kirim lokasi untuk dianalisa.
✔ Edukasi peta & risiko
Kami kirimkan screenshot, highlight warna, dan rekomendasi yang mudah dipahami.
✔ Rekomendasi area paling aman untuk investasi
Kami arahkan ke kawasan yang terbukti stabil dan aman dari banjir.
10. Kesimpulan
Membaca peta zona banjir bukan hal rumit. Dengan kombinasi BNPB, GIS, dan Google Maps overlay, calon pembeli rumah di Sidoarjo bisa mendapatkan gambaran jelas:
- mana kawasan aman,
- mana kawasan potensi genangan,
- dan mana yang harus dihindari.
Keputusan beli rumah akan lebih matang, terukur, dan aman untuk jangka panjang.
Jika Anda ingin membeli rumah di Sidoarjo dan ingin dibantu menganalisa lokasi, cukup kirim titik koordinatnya — tim BARGO PROPERTI siap melakukan pengecekan lengkap, profesional, dan berbasis data.
Hubungi BARGO PROPERTI:
📞 0817315570
Agen Properti Sidoarjo yang Melek Teknologi Digital dan Selalu Mengedepankan Edukasi.
Social Plugin