Tahapan Jual Rumah Second Biar Cepat Laku – Versi Bargo Properti.
Menjual rumah second itu seperti menulis kisah baru bagi sebuah bangunan yang pernah menjadi saksi perjalanan hidup seseorang. Ada kenangan, ada nilai, dan tentu saja ada harapan baru agar rumah itu segera menemukan pemilik barunya.
Banyak orang berpikir menjual rumah second itu tinggal pasang iklan dan tunggu pembeli datang. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Butuh strategi, ketelitian, dan sentuhan emosional agar calon pembeli bisa jatuh hati sejak pertama kali melihat.
Nah, di artikel kali ini, Bargo Properti ingin berbagi tahapan lengkap menjual rumah second agar cepat laku — bukan sekadar cepat, tapi juga untung dan elegan caranya.
Mari kita mulai langkah demi langkahnya.
1. Kenali Dulu Nilai Rumahmu – Jangan Asal Pasang Harga
Langkah pertama yang paling penting: tentukan harga yang realistis.
Banyak penjual rumah second gagal di tahap awal karena mematok harga terlalu tinggi tanpa melihat kondisi pasar.
Di sinilah seni seorang agen properti bekerja.
Sebagai contoh, Argo dari Bargo Properti sering membantu klien menilai harga dengan adil. Ia akan melakukan survei ke lapangan, membandingkan dengan rumah sejenis di area sekitar, dan melihat tren harga terbaru.
“Saya ingin rumah saya cepat laku, tapi juga nggak mau rugi,” kata salah satu klien Bargo Properti.
Argo pun menjawab dengan senyum, “Kuncinya bukan di harga tinggi, tapi di harga yang tepat. Pembeli tidak membeli angka, tapi nilai dan kenyamanan.”
Jadi, pastikan kamu tahu nilai pasar rumahmu sebelum mengiklankan. Jika perlu, minta bantuan agen profesional untuk appraisal.
2. Rapikan dan Percantik Rumahmu – First Impression Itu Segalanya
Bayangkan kamu datang ke rumah yang catnya kusam, halaman berantakan, dan lampu teras mati.
Sulit bukan untuk jatuh cinta pada pandangan pertama?
Maka dari itu, sebelum difoto atau ditawarkan ke calon pembeli, bersihkan dan rapikan dulu rumahmu.
Tak perlu renovasi besar, cukup sentuhan sederhana seperti:
- Mengecat ulang dinding yang pudar.
- Memotong rumput dan membersihkan taman.
- Menata ulang furnitur agar tampak lega dan rapi.
- Mengganti lampu agar rumah terlihat terang.
Argo pernah bercerita, ada satu rumah yang hampir setahun tak laku dijual. Setelah dibantu menata ulang dan difoto ulang dengan konsep “homey”, rumah itu laku dalam waktu tiga minggu saja.
Kadang yang dibutuhkan bukan iklan baru, tapi kesan pertama yang baru.
3. Siapkan Dokumen Legal Lengkap – Ini Bukan Formalitas, Tapi Kepercayaan
Calon pembeli sekarang makin cerdas. Mereka ingin rumah yang aman secara legalitas.
Pastikan semua dokumen penting seperti:
- Sertifikat Hak Milik (SHM)
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
- PBB dan bukti pembayaran terakhir
- Denah dan ukuran tanah/bangunan
...semuanya sudah rapi dan siap ditunjukkan.
Bargo Properti selalu menekankan bahwa legalitas bukan hanya syarat jual-beli, tapi juga simbol kepercayaan.
Ketika dokumen lengkap, calon pembeli merasa tenang — dan penjualan jadi jauh lebih mudah disepakati.
4. Buat Iklan yang Menarik dan Menyentuh Emosi
Banyak penjual hanya menulis:
“Dijual rumah di Sidoarjo. Luas 90 m². Harga 700 juta.”
Padahal pembeli bukan membeli data, tapi rasa.
Coba ubah menjadi seperti ini:
“Dijual rumah nyaman di tengah lingkungan asri, cocok untuk keluarga muda. Dekat sekolah, pasar, dan jalan utama. Siap huni tanpa renovasi besar!”
Itulah cara Bargo Properti menyusun narasi iklan: menjual pengalaman, bukan sekadar bangunan.
Gunakan foto berkualitas tinggi, pencahayaan yang baik, dan kalau bisa tampilkan suasana hangat seperti ruang tamu yang rapi atau taman kecil di belakang rumah.
Semakin calon pembeli bisa membayangkan dirinya tinggal di sana, semakin besar peluang rumahmu laku cepat.
5. Pasarkan di Banyak Kanal – Jangan Cuma Mengandalkan Satu Arah
Zaman sudah digital. Kalau dulu orang menjual rumah lewat spanduk dan mulut ke mulut, sekarang pembeli mencari rumah lewat internet dan media sosial.
Gunakan platform seperti:
- Marketplace properti (OLX, Rumah123, Rumah.com)
- Media sosial (Instagram, Facebook, TikTok)
- Website pribadi (seperti bargoproperti.com)
- Grup komunitas lokal
Bargo Properti punya trik tersendiri: menggunakan gaya story selling di setiap postingan.
Misalnya, “Rumah ini dulu tempat keluarga kecil membangun kebahagiaan selama 10 tahun. Sekarang waktunya mencari keluarga baru yang akan melanjutkan cerita indahnya.”
Kalimat seperti itu menggugah emosi dan membuat calon pembeli merasa terpanggil.
6. Layani Calon Pembeli dengan Sikap Ramah dan Fleksibel
Kadang rumah belum laku bukan karena harganya, tapi karena cara melayani calon pembeli kurang hangat.
Bargo Properti selalu mengajarkan: “Pembeli bukan tamu, tapi calon pemilik rumahmu.”
Berikan mereka pengalaman yang baik:
- Jadwalkan waktu survei dengan sopan.
- Jelaskan kondisi rumah dengan jujur.
- Beri ruang bagi mereka untuk berpikir dan negosiasi.
Sikap ramah dan profesional sering kali menjadi faktor penentu kesepakatan.
Argo pernah menuturkan, “Saya lebih sering closing bukan karena promosi, tapi karena saya benar-benar mendengarkan kebutuhan pembeli.”
7. Gunakan Bantuan Agen Properti yang Profesional
Tidak semua orang punya waktu atau kemampuan untuk menjual rumah sendiri.
Itulah mengapa agen seperti Bargo Properti hadir — bukan sekadar menjual, tapi juga mendampingi prosesnya dari awal sampai serah terima.
Keuntungan memakai agen profesional:
- Harga jual bisa ditentukan lebih akurat.
- Proses pemasaran lebih luas dan terarah.
- Negosiasi dan legalitas ditangani dengan aman.
- Kamu bisa hemat waktu dan tenaga.
Argo dari Bargo Properti sering berkata,
“Menjual rumah bukan sekadar transaksi, tapi perjalanan emosional. Kami bantu agar perjalanan itu berakhir dengan bahagia — untuk penjual maupun pembeli.”
8. Tutup Penjualan dengan Rapi dan Transparan
Tahap akhir adalah proses closing.
Pastikan semua kesepakatan tertulis jelas dalam perjanjian, baik soal harga, waktu pembayaran, maupun serah terima.
Bargo Properti selalu menekankan kejujuran di tahap ini. Semua dilakukan secara terbuka agar kedua pihak merasa nyaman dan saling percaya.
Setelah akad selesai, bantu pembeli memahami proses balik nama, pajak, dan biaya notaris. Pendekatan seperti ini akan membangun reputasi baik dan bisa jadi pintu rezeki berikutnya — karena pembeli yang puas sering membawa rekomendasi baru.
Rumahmu Punya Cerita, Biarkan Kami Membantunya Menemukan Bab Baru
Menjual rumah second bukan sekadar soal harga, tapi tentang bagaimana cara kamu memperkenalkan rumahmu ke dunia dengan cara yang tepat.
Mulai dari menata tampilan, menyiapkan dokumen, hingga menyentuh hati calon pembeli melalui cerita yang hangat.
Di Bargo Properti, kami percaya setiap rumah punya cerita, dan setiap penjual berhak mendapatkan proses yang mudah, cepat, dan aman.
Jika kamu sedang ingin menjual rumah second di area Sidoarjo, Surabaya, atau sekitarnya, jangan ragu untuk berkonsultasi bersama kami.
Karena bagi kami,
“Bargo Properti – Nyaman Hari Ini, Tenang Esok Nanti.”
✨ Hubungi Kami:
📍 Bargo Properti – Bareng Argo, Agen Properti Brighton Sidoarjo
📞 WA: [081 731 5570]
🌐 Website: www.bargoproperti.com
📸 Instagram: @bargo_properti
Social Plugin