Tahap 4 – Bandingkan Skema Pembayaran & Simulasi Kredit dengan Teliti
Halo Bargoers 👋
Selamat datang kembali di seri keempat dari rangkaian tips properti “Menjadi Pembeli Cerdas Saat Membeli Perumahan Baru” bersama Bargo Properti – Nyaman Hari Ini, Tenang Esok Nanti.
Pada tahap sebelumnya kita sudah membahas pentingnya riset lokasi, mengecek legalitas developer, dan menilai kualitas bangunan. Kini saatnya kita masuk ke bagian yang tidak kalah krusial: skema pembayaran dan simulasi kredit rumah.
Banyak calon pembeli rumah langsung tertarik dengan promo “DP Ringan” atau “Cicilan Super Murah”, padahal sebenarnya angka tersebut hanya sebagian kecil dari total biaya yang akan ditanggung. Jika tidak teliti, bisa jadi cicilan terasa berat di tengah perjalanan, bahkan berisiko gagal bayar.
![]() |
| Simulasi Kredit Rumah |
🔑 Jenis Skema Pembayaran Rumah Baru
-
Cash Keras
Pembeli melunasi harga rumah sekaligus. Keuntungannya biasanya mendapat potongan harga cukup besar. Namun, tentu saja membutuhkan dana besar dalam satu waktu. Cocok bagi yang sudah menyiapkan tabungan atau hasil penjualan aset. -
Cash Bertahap
Cicilan langsung ke developer dengan tenor singkat (6–24 bulan). Jumlah cicilan relatif besar, tapi tidak ada bunga bank. Cocok bagi yang punya arus kas stabil dan ingin cepat lunas tanpa terikat bunga. -
KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
Skema paling populer di Indonesia. Bank membiayai pembelian rumah dengan tenor panjang (hingga 15–20 tahun). Pembeli cukup menyiapkan DP dan melanjutkan cicilan bulanan. Cocok untuk generasi muda atau keluarga baru yang ingin memiliki rumah tanpa harus menunggu tabungan terkumpul.
📊 Cara Membandingkan Skema Pembayaran dengan Cerdas
-
Hitung Total Biaya
Jangan hanya melihat besarnya DP atau cicilan. Lihat total biaya hingga lunas, termasuk bunga bank, biaya provisi, asuransi, hingga notaris. -
Perhatikan Jenis Bunga KPR
Ada bunga fixed (tetap) dan floating (mengikuti pasar). Umumnya bank menawarkan bunga tetap hanya untuk 1–5 tahun pertama, setelah itu cicilan bisa naik turun. -
Cocokkan dengan Penghasilan
Idealnya cicilan rumah tidak lebih dari 30–35% penghasilan bulanan. Jika lebih, bisa mengganggu kebutuhan hidup sehari-hari. -
Bandingkan Beberapa Bank & Developer
Jangan terpaku pada satu tawaran. Mintalah simulasi dari minimal 2–3 bank berbeda agar bisa memilih yang paling masuk akal.
💡 Simulasi Kredit Sederhana
Misalnya harga rumah Rp500 juta:
-
DP 20% = Rp100 juta.
-
Sisa Rp400 juta dibiayai KPR.
-
Dengan tenor 15 tahun, cicilan per bulan sekitar Rp3–3,5 juta (tergantung bunga).
Simulasi ini hanya gambaran kasar. Karena itu, calon pembeli wajib meminta simulasi resmi ke pihak bank atau marketing developer sebelum menandatangani perjanjian.
🎯 Tips Khusus ala Bargo Properti
-
Jangan mudah tergoda promo DP Rp0 jika ternyata cicilan bulanan jauh di atas kemampuan finansial.
-
Pilih tenor sesuai usia dan rencana hidup (misalnya pensiun). Jangan sampai cicilan masih berjalan saat penghasilan tetap sudah berkurang.
-
Siapkan dana darurat minimal 6x cicilan bulanan agar lebih aman jika terjadi keadaan mendesak.
Membandingkan skema pembayaran dan simulasi kredit rumah memang terlihat rumit, tapi inilah bagian penting untuk menjadi pembeli cerdas. Jangan hanya mengejar promo, tapi pastikan keputusan pembelian rumah tetap aman untuk keuangan keluarga dalam jangka panjang.
Semoga Bargoers selalu diberi kelancaran rezeki, dimudahkan dalam proses pembelian rumah, dan mendapatkan hunian terbaik untuk keluarga tercinta. 🤲


Social Plugin